Enam Belas

1455 Kata

Gadis berparas cantik itu menghampiri meja di ujung kantin. Ia tersenyum dan duduk di sebelah lelaki yang telah menempati meja ini lebih dulu. “Hey.” Lelaki yang tengah asyik membaca buku itu pun tersenyum padanya sekilas, lantas kembali tenggelam pada bacaannya. Ah, seperti inilah risiko berteman dengan lelaki yang gemar sekali membaca. Buku telah menjadi makanan lelaki itu setiap hari. “Dani?” “Ada yang penting, Sharon?” Gadis bernama Sharon itu menggeleng. “Ah, nggak. Cuma berpikir, kapan kau akan berhenti, Dani.” “Berhenti membaca?” “Berhenti mengabaikanku.” Sharon menggigit bibirnya. Menyisir pandangan, menatap iri setiap orang yang asyik berbincang dengan teman-temannya. “Seperti yang lain.” Dani tersenyum tipis. “Aku tidak pernah memaksamu untuk berteman denganku.” “Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN