"Nyonya, apa salahku?" tanya Julia. "Kesalahanmu adalah ,kau memuaskan seorang lelaki semalam, dan ia adalah milikku," ujar Beth. Julia menggelengkan kepalanya, ia mengingat seorang lelaki yang terlihat mabuk dan patah hati semalam. Bahkan ia telah memuaskan lelaki itu dengan servis yang diberikannya. Tidak hanya itu, lelaki itu juga telah membuatnya puas karena mendapatkan pelepasan beberapa kali saat melakukan persetubuhan itu. "Nyonya, aku sungguh tidak tahu jika lelaki itu adalah suamimu. Kumohon ampuni aku, aku hanya mencari uang untuk hidupku," jelas Julia. Beth menggelengkan kepalanya perlahan, ia juga terkekeh mendengar alasan wanita di hadapannya itu. "Aku tidak menerima alasan apapun, Julia," ujar Beth. Julia tertunduk pasrah, apapun yang akan Beth lakukan padanya, semua it

