Wajah Sia begitu gelisah, air matanya tidak kunjung berhenti. Cio yang melihat ibunya seperti itu hanya bisa memeluk tubuh yang terasa hangat itu. Tangan mungil anak itu mengusap dengan perlahan punggung Sia. Terdengar samar suara seseorang dari luar mobil. Ceklek "Kenapa kalian belum turun dari mobil?" Suara Rick membuat Sia sedikit terkejut, ia bahkan belum menghapus air mata yang melunturkan riasan tipis diwajahnya. "R-rick," ucap Sia lirih. "Ada apa ini? Kenapa kau menangis?" tanya Rick yang terlihat panik. "Papa," panggil Cio sembari mengulurkan tangannya, anak itu ingin digendong oleh Rick. Rick meraih tubuh Cio, lalu ia membawa anaknya masuk kedalam rumah. Sementara Sia mengekor di belakang Rick, dengan menghapus air mata yang belum mengering di pipinya. "Greg, bisakah kau me

