Abercio sedang berjalan menyusuri lorong kampus tempat ia berkuliah. Anak itu sedang fokus dengan buku yang ada di tangannya. Karena tidak memperhatikan jalanan di hadapannya, Abercio menabrak seorang perempuan yang berdiri sedang berbincang dengan temannya. "Hei, apa kau tidak punya mata?" tanya gadis itu. "Maaf, aku terlalu fokus dengan buku." Setelah meminta maaf, Abercio melanjutkan langkah kakinya. Namun, belum sempat ia melangkah seseorang menarik kerah bajunya dari belakang. Hingga akhirnya Abercio sedikit merasa sakit pada bagian lehernya. "Hei, jika minta maaf itu mudah. Untuk apa hukum di buat?" Suara lelaki itu membuat Abercio membalikkan badannya. "Hukum di buat untuk mengadili orang yang salah berdasarkan perbuatan yang melanggar suatu peraturan. Minta maaf diucapkan untu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


