Alvaro baru keluar dari kamar mandi dan tak lagi mendapati Vika di ruangannya. Dia meraih ponsel yang sejak tadi dia abaikan, sibuk dengan pekerjaan dan setelah melepas penat dengan menyentuh Vika. Alvaro mendapati beberapa notifikasi dari Windy. Ada pesan yang rupanya masuk sudah sejak beberapa saat lalu ketika dia masih bergumul bersama Vika. Ada panggilan tak terjawab juga dari perempuan itu. Alvaro pun menelepon perempuan itu. Misi balas dendamnya masih berjalan, jadi dia masih memperlakukan perempuan itu bak princess. "Kamu di mana sekarang? Maaf, aku baru lihat HP." "Mau parkir ini, di depan kantornya kamu." Alvaro memang tadi siang sempat membalas pesan perempuan itu dan berkata akan berada di kantor sampai malam sepertinya. "Ya udah, aku turun sekarang." Begitu keluar pintu ka

