Begitu memasuki rumah, Vika tersenyum miris melihat rumahnya yang seperti kapal pecah. Sesuai dugaannya. "Vika... " Sang ibu langsung menghampirinya. "Ayahmu itu cari masalah aja, Ibu enggak tahu harus minta bantuan ke siapa. Orangnya bilang harus segera diganti kerusakan barangnya. Gimana? Kamu udah coba minta bantuan sama keluarganya Ratu?" tanya sang ibu memegangi tangannya Vika dengan tatapan penuh harap. Vika menggeleng lemah. "Enggak enak aku sama keluarganya Ratu, Bu. Kurang bantu gimana lagi keluarganya selama ini? Masa aku terang-terangan meminta bantuan uang yang nggak sedikit? Aku malu.” Pegangan tangan sang ibu pada tangannya Vika terlepas seketika. "Harus mencari uang sebanyak itu dari mana lagi memangnya? Apa mau ayah kamu masuk penjara kalau mereka menuntut? Ibu juga kala

