"Dasar! Bangsad lo! Beraninya dengan Perempuan!" "Perempuan s****l yang elo kutip dari jalanan." "Istri gua bukan s****l! Dasar sia bagong! "Istri? Dasar halu! Hai, lo yang bagong gebleg! Si Nares itu mulutnya harus diajari sopan santun. Attitude. Atau setidaknya sekolah kepribadian sampai S3. Paham!" Opick meninju sekali lagi wajah Anuar. Wajah tampan yang kini bahkan tidak mampu dikenali lagi. Merah dan lebam di mana-mana. Sebenarnya keadaan Opick tidak jauh beda. Dia hanya sedikit lebih unggul. "Sekali lagi gua mendengar lo ngatain Ari, gua bakal buat hidup lo tamat." "Cih! Gua nunggu reaksi dia kalau tahu suami bancinya. Si banci seperti lo dengan kostum seperti p*****r murahan menunggu pelanggan di jalanan. Bling-bling!" Satu bogem mentah Opick mendarat di rahang Anuar membu

