41. Emi memilih mundur

1146 Kata

Emi sesenggukan, masih merasa patah hati setelah mengetahui kalau pria yang ia suka ternyata sudah memiliki pujaan hati. Ia masih duduk di dalam toilet, menatap kosong ke atas, membayangkan Raka tertawa bahagia dengan wanita lain. "Kenapa sesakit ini? Aku kalah, kalah start. Harusnya aku siapin kejutan tanpa nunggu ulang tahun dia. Tapi ... sekalipun aku ngaku duluan, emang dia bakal suka sama aku? Apa dia bakal mau jadi pacarku? Ah, nggak mungkin. Emang aku yang bego, harusnya aku sadar diri. Mana mungkin cowok seganteng Raka mau pacaran sama aku yang biasa aja begini. Cantik enggak, kaya juga enggak, nggak ada yang menonjol sama sekali. Wajar dia nggak suka sama aku," ucap Emi dalam hati, sibuk berbicara tanpa arah. Yang ia lakukan hanyalah berbicara apa pun untuk meringankan rasa saki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN