38. Mengaku pada Putra

1151 Kata

Terik matahari siang itu cukup panas, banyak yang mengeluh karena cuaca siang itu. Tak terkecuali Putra yang baru saja turun dari sepeda motornya. Pemuda itu tiba di sebuah kafe yang terletak tak berada jauh dari rumahnya. Raka memang sengaja memilih tempat yang terjangkau untuk Nava sehingga gadis itu tak perlu pergi terlalu jauh. Ya, Raka sudah menghubungi Nava dan Putra setelah memutuskan waktu dan tempat untuk kedua orang itu bertemu. Sesuai perjanjian, ia tak ikut karena tujuan pertemuan itu adalah untuk membuat keduanya dekat, tetapi hanya sebagai teman. Nava sendiri sudah duduk di dalam kafe, di salah satu meja yang berada di samping dinding yang terbuat dari kaca itu. Gadis itu sedang berselancar di dunia maya, di media sosialnya, tetapi sebagai Nava, bukan sebagai Bawang Putih.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN