Nava menghabiskan jus alpukat, Raka melirik cangkir di depannya yang juga sudah kosong. Pria itu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan, berniat memesan minuman lagi. "Kamu gila? Ayo pulang." Nava melotot ketika Raka memesan minuman lagi. "Air es aja, aku haus." Raka menjawab santai. "Gimana nggak haus, dari tadi ngegombal aja." Raka terkekeh mendengar ucapan Nava yang terdengar lirih itu. Nava sendiri mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe itu. "Kenapa?" tanya Raka. "Aku lihat harga makanan dan minuman di sini mahal, tapi yang dateng banyak juga," sahut Nava, masih dengan mata yang menatap ke sekeliling. "Makanannya enak, tempatnya juga bagus. Wajar sih menurut aku, nggak mahal-mahal banget kayak di restoran." Raka ikut mengedarkan pandangannya. Raka mengambil pon

