Part 24

3019 Kata

“Permainan dimulai dari sekarang!” Kalimat terakhir yang diucapkan Angga membuat kerumunan mulai terpecah. Dellia hanya bisa pasrah menerima nasib berkelana sendirian di dalam hutan untuk mencari harta karun, harta karun yang entah kenapa saat ini terasa tak berharga baginya. “Kamu tidak apa-apa sendirian ‘kan?” Putri bertanya khawatir saat melihat wajah pucat milik Dellia, Novita di sampingnya juga tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Mereka berdua tak mungkin lupa bagaimana takutnya Dellia pada kegelapan saat tak sengaja terkunci di dalam gudang sekolah saat SMP dulu akibat temannya yang jail. Terlebih lagi kaki gadis itu masih sakit saat ini. Dellia berusaha memberikan senyuman terbaiknya, ingin menunjukkan pada Putri dan Novita bahwa dirinya baik-baik saja. Meskipun sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN