Kedua tangan Naya mencengkeram erat punggung kokoh Jonathan. Manik matanya menatap lekat laki-laki yang kini tengah menggerakkan pinggulnya secara kasar. Merah. Wajah laki-laki itu tampak sangat merah dan embusan napas panasnya dapat Naya rasakan. Mengalirkan aliran listrik yang membuatnya mengejang. Terlebih iris mata yang seolah memerlihatkan percikan gairàh. Naya ingin memalingkan wajahnya. Akan tetapi sebuah benda basah tiba-tiba mendarat di bibirnya. Bagai oase di padang pasir yang melegakan rasa hausnya. Membuat Naya hampir mabuk kepayang. Dia menancapkan kuku-kukunya saat gerakan laki-laki itu semakin lama semakin cepat. Sampai beberapa saat kemudian, erangan panjang lolos dari bibir Naya bersamaan dengan Jonathan yang menenggelamkan miliknya dalam kehangatan di tubuh Naya. Naya m

