Penasaran

1339 Kata

Naya terdiam dan menikmati air hangat yang merendam tubuhnya di dalam bathtub. Menikmati waktunya seorang diri tanpa ada yang mengganggu. Ini rasanya seperti mimpi. Naya masih tak percaya kalau dia terbebas dari Jonathan, seperti keluar dari penjara. Dia bukan tahanan atau wanita milik laki-laki itu lagi. Meski dirinya masih mengkhawatirkan nasibnya di tangan Rey. Semoga saja, laki-laki itu bukan seorang psychopath yang sedang mencari mangsa untuk dibunuh. Naya sedikit cemas, walau seharian ini tingkah Rey tidak menunjukkan tanda-tanda seperti ancaman. Laki-laki itu memerlakukannya begitu baik, meski tetap saja terus mendesaknya dengan meminta imbalan. Tubuh, ya? Haruskah dia memberikannya? "Tidak, Naya, jangan gila," desahnya pelan. Naya buru-buru menyudahi acara mandinya. Dia membila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN