"Aku mau ke toilet." "Perlu kuantar?" "Tidak, aku bisa sendiri." Naya menggelengkan kepalanya dan beranjak dari kursi tempatnya makan bersama Jonathan. Dia melangkah pelan menuju ke arah toilet. Sepanjang jalan, Naya bisa melihat beberapa pasangan yang asyik berbincang dengan segelas anggur di tangan mereka. Restoran yang dia kunjungi dengan Jonathan cukup ramai oleh pasangan muda-mudi. Ini seperti restoran khusus pasangan untuk berkencan. Tidak. Naya menggelengkan kepalanya saat terlintas pikiran kalau dia dan Jonathan juga sedang berkencan. Langkah kakinya terus berjalan hingga Naya akhirnya sampai di depan sebuah pintu toilet khusus wanita. Ketika masuk, matanya melihat ada banyak wanita yang tengah memoles wajahnya di kaca wastafel berbentuk persegi panjang. Naya tidak bisa menghit

