Naya mengedipkan matanya beberapa kali, sebelum mulai terbangun dan mendapati dirinya tengah tidur di ranjang. Selimut tebal tampak membungkus tubuhnya yang kini dalam keadaan telanjàng. Wajahnya memerah malu mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Percíntaan singkatnya dengan lelaki yang kini sudah hilang entah ke mana. Walau sebisa mungkin, dia bangkit dari ranjang dengan kedua tangan yang kini memegangi selimut. Matanya melirik ke kanan-kiri. Mencari pakaian miliknya. Tidak ada. Sialnya, Naya harus mengingat jika Rey menanggalkan seluruh pakaiannya di ruang kerja dan mereka sempat berpindah tempat tadi. Jelas saja dia tidak akan mendapatinya di sini. Naya tidak memiliki pilihan lain selain keluar dan mencarinya sendiri. Meski dia harus menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh tel

