Lilin-lilin kecil berwarna biru tampak tertata rapi di atas meja bundar yang dilapisi kain berwarna putih. Di sekelilingnya terdapat hidangan mewah untuk dua orang. Tak ada pencahayaan selain dari lilin dan sinar bulan yang memancar indah. Gelapnya langit membuat suasana semakin romantis. Naya duduk tepat di depan Jonathan dengan dress berwarna merah panjang tanpa lengan. Memperlihatkan pundak putihnya yang tak tertutup apa pun, hingga membuat hawa dingin terasa menusuk sampai ke tulang. Meski rambutnya yang sengaja diurai cukup menutupi area leher dari udara dingin. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang Jonathan ingin lakukan. Laki-laki itu terlihat sangat aneh akhir-akhir ini dan membuat Naya sedikit tidak nyaman. Tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan betapa canggungnya mereka

