Jika Dia Bisa, Maka Aku juga

1217 Kata

Naya bolak-balik menatap jendela untuk memeriksa apakah Jonathan sudah tiba atau belum. Seharian ini, setelah kemarin malam dia jujur mengatakan tentang Rey yang mengaku cinta padanya, Jonathan lebih banyak diam. Mereka juga tidak makan siang bersama dan tadi, laki-laki itu mengatakan akan pergi ke suatu tempat. Namun sampai jarum jam pendek menunjukkan ke angka sebelas, Jonathan masih belum memperlihatkan batang hidungnya. Khawatir? Jelas iya! Dia takut Jonathan marah. Naya masih belum tahu apakah Jonathan akan kembali seperti dulu atau tidak. Apalagi lelaki itu sama sekali tidak membaca pesan darinya atau pun mengangkat panggilan. Alhasil, sembari gigit jari kukunya, Naya hanya bisa mondar-mandir di kamarnya. Hingga sepuluh menit berlalu, barulah terdengar suara mobil. Membuatnya buru-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN