“Kita harus berhenti, lo udah kedinginan,” ucap Sangga, tapi tangan dan bibir pria itu seakan tidak sejalan. Bibirnya menyuruh mereka untuk berhenti. Sementara tangannya masih berjalan tubuh Adara. Seakan tubuhnya adalah sebuah peta dunia yang sedang ia telusuri setiap jengkalnya. Sangga kembali menciumnya, namun dengan penekanan yang lebih dalam. Perlahan ia pun menjauhkan tubuhnya dari Adara dan mengambil satu bathrobe untuk Adara dan satu handuk untuknya. Usai berenang dan aktifitas mereka yang membuat mereka kelelahan. Akhirnya mereka meminta untuk pelayan membawakan mereka makan siang ke kamar. Adara yang benar-benar kelelahan langsung rebah di kasur setelah memakai celana hotpants dan kaos longgar milik Sangga. Dia sangat suka wangi baju Sangga, aroma cendana dan m

