Adara masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan ke ruang Sangga. Disana sudah ada Bimo dan Eka. Mereka terlihat mengambil tab dengan cepat dan menyembunyikannya. Adara hanya menghela napas dan berjalan ke lemari. Dia menaruh beberapa makanan yang ia beli di jalan dan juga buah. Dia sudah benar-benar sudah lelah menyuruh Sangga untuk tidak mengurus pekerjaannya. Dan semalam saja saat ia datang untuk membawakan makanan, Bimo dan Eka sudah berada di kamar Sangga. Dia memang tahu kalau kedua sahabat Sangga itu akan menemaninya, tapi dia tidak tahu kalau keduanya membawa pekerjaan ke kamar Sangga. “Ini tinggal dikit lagi, Ra. Soalnya deadlline tinggal dikit lagi,” ucap Eka. Adara tidak mempedulikan apa pun yang dikatakan Eka. Dia hanya merapikan beberapa barang Sangga dan membuang

