Keesokan harinya Bianca bangun lebih dulu, Bianca pagi ini bangun di dalam pelukan Rezvan. Tidak ada kekagetan seperti yang dibayangkannya sebelumnya, sejak Bianca bangun, dia hanya diam menatap wajah tenang Rezvan yang masih tertidur pulas. "Wajah lo kalau lagi tidur gini bikin tenang kak tapi kalau bangun selalu aja ngajak baku hantam," batin Bianca mendengus sebal membayangkan wajah menyebalkan Rezvan. Tangan Bianca terulur menyentuh wajah tenang Rezvan, mengelus wajah pria itu lembut. Berkat sentuhan tangan lentiknya, Rezvan menggeliat dalam tidurnya dan mengelus punggung Bianca yang dipeluknya. "Kenapa Anka?" tanya Rezvan dengan suara serak bangun tidur yang cukup menggoda hati. "Kenapa apa?" tanya Bianca balik dengan wajah bingung. "Kenapa pegang-pegang?" tanya Rezvan tanpa memb

