38

4245 Kata

Tak lama berselang dari Bianca keluar, banyak dokter yang berlari kearah ruang inap mamanya. Bianca yang melihat itu langsung menatap Rezvan dengan tatapan takutnya, tak hanya itu matanya sudah kembali berkaca-kaca siap kembali menangis. "Kak, Mama," ujar Bianca kembali menangis pada Rezvan. "Anka, jangan nangis," balas Rezvan mengusap lembut pipi Bianca untuk menghapus jejak air mata Bianca. "Mama kak, gua takut Mama kenapa-napa," cicit Bianca lagi. "Mama gak papa, jangan nangis ya," ujar Rezvan menenangkan Bianca. Bianca menggelengkan kepalanya. "Enggak, gua yakin gak! Mama pasti kenapa-kenapa," balas Bianca kembali menangis.  Rezvan terus berusaha menenangkan Bianca yang terisak sedih. Begitu juga dengan Zayn memeluk Raffa dan Clarissa yang sama khawatirnya dengan Bianca akan Mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN