***
Teman teman, untuk kisah joddy dan nessa cukup sampai di episode 38 saja ya, nanti saya akan buat novel untuk mereka berdua, mau fokus ke nisa dan anand.
untuk Wanda dan pria tampan yang katanya hantu ganteng itu juga sama ya, nanti saya akan bikin novel nya juga.
so ngga usah khawatir mereka masih tetap ikut hadir kok di novel ini, yah tapi ngga sedetail seperti biasa nya, hanya sekedar pemanis dan peran tambahan saja hehehe.
karena peran utama nya di sini, masih nisa dan anand ya, jika mau mampir ke kisah joddy dan nessa atau Wanda serta pria misterius nya itu boleh saja, nanti akan saya kabari ya kalau sudah update, masih cari judul yang cocok untuk mereka berdua.
****
sudah satu minggu nisa di rawat di rumah sakit, ibu siti, putra Wanda, anand nyonya Sierra serta Nessa, mereka semua bergantian menjaga nisa di rumah sakit, sedang kan grandma dan gladis, masih stay di rumah tidak boleh keluar kemana mana.
yah, anand tau sebenarnya nya kecelakaan itu sudah di atur sedemikian rupa, dan sayang nya salah sasaran, yang mereka incar bukan lah nisa melainkan gladis.
mereka sempat mendengar desas desus tentang penerus perusahaan wiguna group akan di ambil alih oleh anak ke dua mereka yaitu gladis meskipun masih terhitung amat sangat muda namun gladis sangat lah pandai sedari kecil ia sudah di didik oleh orang tuanya dengan dunia bisnis, bahkan gladis pun sering mendampingi ayah nya dalam mengurus perusahaan nya, alih alih sambil belajar.
kebetulan gladis pun menyukai dunia bisnis, jadi ia pun sangat cepat tanggap jika ada masalah di dalam perusahaan ayah nya itu.
di karena kan gladis belum lulus kuliah jadi ia masih harus terus belajar untuk mengimbangi orang orang yang akan menentang segala keputusan nya dengan alasan bahwa iya masih bau kencur, yang bisa nya hanya membuat masalah.
namun siapa sangka dari sikap nya yang polos itu bahkan terkesan cuek dengan perusahaan ayah nya justru di dalam berbisnis sangat lah pandai, ia selalu membantu ayah nya secara diam diam dengan kemampuan yang ia miliki.
yah ada kaki tangan khusus yang menjadi mata mata nya, mr, juan sekertaris pribadi nya papi adi wiguna.
mr. juan merupakan orang kepercayaan keluarga wiguna group terutama ke pada gladis.
singkat cerita, saat gladis masih berusia 12 tahun, gladis sering di bully oleh teman sekolah nya, ia selalu di pojokan serta selalu di anggap anak yang manja dan suka menunjukkan barang barang branded.
ia selalu menangis di atap gedung sekolah nya, ia tak memiliki teman seusinya, hingga pada akhir nya ia melihat ada seorang guru yang sedang menelpon, secara tidak sengaja ia pun mendengar percakapan guru itu entah dengan siapa yang jelas ia sampai memohon mohon untuk meminta bantuan, entah beberapa kali ia mendial ke beberapa nomer telpon yang berbeda namun hasil nya nihil.
gladis melihat itu pun tanpa sengaja mendekati guru itu, lalu berkata, apakah bapak membutuhkan bantuan.
guru itupun langsung menoleh ia tersentak kaget melihat salah satu murid nya berada di atas gedung dengan mata yang sembab, ia mengenali gadis itu ia anak dari pemilik gedung sekolah ini, tidak banyak yang tau tentang itu hanya orang orang tertentu saja yang mengetahui nya.
guru itupun langsug menghapus cairan bening yang ada di ujung mata nya, ia menghampiri gadis itu lalu berkata, "Hai nak, bukan kah sekarang masih jam belajar, kenapa kau berada di atas gedung sekolah ini, dan ada apa dengan wajah mu kau terlihat seperti habis menangis".
gladis pun tertunduk, lalu ia menatap gurunya itu, bisakah kita membuat perjanjian untuk saling membantu.
guru itu terkejut lalu menganggukkan kepala pelan, lalu ia pun mengajak murid nya itu duduk di tembok yang rendah sambil melihat pemandangan di luar sana untuk membahas hal yang lebih serius lagi.