Ch.69

1849 Kata

Wajahku terbenam di antara tonjolan daging milik Karin. Cukup nyaman, tapi sangat menyesakkan. Aku tidak bisa bernafas. Bahkan untuk berbicara pun sangat sulit. Aku mencari letak wajah Karin lalu menepuk-nepuk pipinya untuk membangunkannya. Awalnya aku mencoba untuk tidak membangunkan Karin karena tidak tega. Dia juga harus cukup istirahat agar produktivitasnya tidak terganggu. Namun, jika begini keadaannya, terpaksa aku harus membangunkan Karin untuk membebaskan diriku dari pelukan mematikan ini. Asistenku ini perlahan terbangun karena terusik dengan tepukan di pipinya. Dia mulai membuka matanya, namun masih belum menyadari apa yang terjadi. Dia mulai melonggarkan pelukannya. Aku langsung melepaskan wajahku dari belenggu duniawi yang memabukkan ini. Karin menatapku dengan bingung.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN