Dua Minggu Kemudian Sudah satu minggu berlalu sejak terakhir kali aku menjemput Kak Riska dari sekolahnya. Pak Rohman, yaitu Bapak Kak Riska sudah menyelesaikan pekerjaannya, sehingga ia memiliki waktu luang untuk menjemput Kak Riska. Bi Narsih sangat berterima kasih kepadaku karena bersedia menjemput anaknya selama dua minggu ini. Namun, saat aku berhenti menjemput Kak Riska dari sekolahnya, aku merasa sedikit sedih. Aku dan Kak Riska jadi jarang bertemu. Bahkan, akhir-akhir ini Kak Riska tidak ikut ke Kantin Sekolah-ku karena sibuk dengan kegiatannya di sekolah. Selama satu minggu ini, aku dan Kak Riska hanya berhubungan lewat ponsel. Baik itu saling mengirim pesan teks ataupun saling bertukar suara di telpon. Dan semakin lama, hubungan kami semakin dekat. Tidak ada rasa canggung d

