Aku balik menatap mereka. "Kenapa lu berdua lihatin gue kaya gitu? Kaya lihat apa aja. Biasa aja kali!" Aku menegur mereka untuk berhenti menatapku dengan aneh. "Perasaan pas awal masuk SMA sikap lu udah berubah, dah. Kenapa sekarang balik jadi nakal lagi?" tanya Irvan heran. "Lu amnesia apa gimana?" lanjut Irvan sedikit mengejek. "Lha! Kok amnesia, Van?" sela Reza bertanya. Jangankan aku, Reza saja bingung dengan ucapan Si Irvan. Emang, Si k*****t satu ini suka gak jelas kalau ngomong. Ngawur. Omongannya kemana-mana. Irvan kemudian menoleh pada Reza lalu berkata dengan nada kesal, "Ya Amnesia lah! Kan Si Pea ini kaya orang hilang ingatan." Aku menatap sinis pada Irvan"Ngawur lu! Mana ada gue Amnesia. Amit-amit, deh! Kalau gue amnesia, lu berdua pasti gue lupain duluan." Aku bal

