Tiba di depan pintu Aula, aku berhenti melangkah. Aku lupa kalau aku tidak tahu kemana Kak Mita pergi. Aku termenung sesaat sebelum mengedarkan pandanganku ke kanan dan ke kiri. Seketika berpikiran berbicara sendiri, Untuk apa sebenarnya aku menyusul Kak Mita? Apa tujuanku? Memangnya ini masalahku? Ini sama sekali tidak ada urusannya denganku. Hampir saja aku mengurungkan niatku dan hendak kembali masuk ke dalam Aula, aku kembali termenung dan membatin, Untuk apa buru-buru masuk ke dalam? Lebih baik berkeliling sebentar untuk mencari angin segar karena terlanjur keluar. Lagi pula, di dalam terlalu berisik dan acaranya sedikit membosankan. Karena setuju dengan pikiranku, aku mulai mengambil langkah. Tujuan pertamaku adalah toilet. Setelah menuntaskan sedikit hajatku, mencuci tangan, s

