Aku terus menggenggam tangan halusnya dan terus menatap matanya yang indah. Jantungku berdebar menunggu bibir tipisnya mengatakan sesuatu. Dia menatapku dengan ragu lalu melayangkan senyum canggung dan bertanya, "Ma—Maksud kamu?" Raut wajahnya terlihat gugup. Aku mengernyitkan kening. Bingung. Apa aku kurang jelas berbicara tadi? Kenapa dia masih bertanya? Tentu saja aku sedang menyatakan perasaanku. Apa saat ini dia begitu gugup sampai tidak bisa mencerna kata-kataku dengan baik? Apa dia sangat terkejut karena aku menyatakan perasaanku kepadanya secara langsung? Apa ini pertama kalinya bagi dia? Jika benar, berarti aku orang pertama yang menyatakan perasaanku? Ah! Tunggu dulu. Sepertinya itu tidak mungkin. Mana mungkin ini pertama kalinya bagi dia. Kak Mita begitu cantik. Mustahil j

