Aku dan Kak Mita sampai di halaman depan rumahku, dengan motor masing-masing pastinya. Awalnya aku ragu untuk mengajaknya masuk, tapi sepertinya tidak masalah. Akhirnya aku mempersilahkannya masuk ke dalam rumahku. Aku memanggil Ibuku. "Bu, ada tamu, nih. Katanya dia suka sama cilok buatan Ibu." Ibuku keluar dari kamar dan melangkah menghampiri kami. "Ini siapa? Pacar kamu?" tanya Ibu "Eh, bukan! Ini Kak Mita. Dia Gu—" "Saya temen Topa, Bu. Salam kenal." Kak Mita menjawab cepat. "Iya. Salam kenal. Kalian beneran gak pacaran?" "Enggak, Bu. Kita cuma temenan doang." "Yaudah. Ada perlu apa ya ke sini?" Kak Mita pun mulai mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke sini. Ibu mengajaknya mengobrol di dapur sekalian sambil membuat minuman. Aku masuk ke kamarku, mengganti pakaian

