Chapter 23

1046 Kata

Yara merebahkan dirinya di lantai studio dengan raut wajah yang sulit untuk dilihat. Ia menghela napas keras-keras dan melipat sebelah tangannya yang belepotan cat di atas kening. Ia merasa lelah sekali dan ingin menangis sekarang. Ia tidak menyangka hiatusnya akan membuat ia mendapat ledakan pesanan sekaligus. Yara bahkan sampai harus menutup pesanan untuk sementara waktu. Tapi sayangnya bahkan hal itu tidak bisa membantu. Sudah ada terlalu banyak pesanan yang masuk dan tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain mengulang-ulang beberapa lukisan yang sama dengan perasaan muak. Yara menyingkirkan sebelah tangan yang menutupi kening dan sebagian wajahnya saat mendengar suara langkah seseorang masuk. Akhirnya Zen datang juga, ia sudah menunggunya sekitar nyaris satu jam. Sebelumnya ia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN