BAB 80 - memanas

1335 Kata

Ruang makan yang biasanya terasa hangat dan menyenangkan, kali ini terasa begitu dingin dan menyeramkan saat perempuan itu berulang kali melirik ke Juna dan memberikan kode tentang permintaannya yang belum dikabulkan. Berulangkali Juna menghembuskan napas panjang di sela-sela menikmati sarapan pagi yang mulai terasa hambar. Dilara yang selalu bisa membaca gestur tubuh putra kesayangannya ini, merasa ada sesuatu yang tidak beres yang membuatnya menghela napas berulang kali. “Jun, apa nggak enak makanannya?” tanya Dilara yang mencari tahu tentang apa yang dirasakan oleh putranya. Laki-laki itu kaget dan mendongak, menatap sang ibu. “Eeh, tidak apa-apa, Bu,” sahut Juna canggung, “aku cuma udah kenyang aja.” “Tumben Ayah udah kenyang? Biasanya Ayah tambah dua piring,” sela Husna yang sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN