Baru saja memasuki pintu depan resto Mahameru, kedua pasangan suami istri itu langsung disambut oleh seorang pria muda yang mengenakan pakaian khas adat Jawa, kain jarik motif mega mendung, baju lurik yang panjang di atas lutut plus blangkon yang menutupi kepala. Penampilan petugas reservasi ini memang menjadi bagian dari konsep resto yang sudah cukup lama didirikan oleh Ghea. Sebagai orang keturunan Jawa-Turki, Ghea ingin mengangkat budaya Jawa dengan beragam makanan tradisional khas Indonesia yang disajikan di restonya ini. Itulah mengapa petugas reservasi, waiter dan waiters mengenakan kain jarik dan kebaya yang jadi signature tersendiri buat resto tersebut. Konsep budaya Jawa ini rupanya digemari oleh para turis asing dan wisatawan lokal yang selain cocok dengan makanannya, mereka juga

