BAB 31 - the judgement day

2678 Kata

Bola panas itu ada di tangan Felicia saat ini. Perempuan itu tersenyum senang, karena semua orang menanti keputusannya, keputusan yang akan mengubah kehidupan suami dan perempuan pelakor itu. "Ibu, bolehkah aku tanya?" tanyanya sambil berdiri dan menghampiri Dilara yang berdiri di sebrangnya. "Tentu, boleh saja, silakan! Apa yang ingin kamu tanyakan?" Felicia pun tersenyum sinis sambil melirik ke Nadine. "Apa Ibu sudah benar-benar yakin kalau perempuan ini benar-benar mengandung anak Juna? Jangan-jangan dia cuma pura-pura saja dengan mengaku-ngaku kalau dirinya hamil!" sindirnya sinis. Telinga Nadine memerah begitu mendengar sindiran Felicia. Namun, dia mencoba bersabar dan hanya terdiam mendengar semua celaan Felicia di depan semua orang, sedangkan seluruh anggota keluarga Nadine juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN