Sore itu, sepulang dari rumah sakit, Nadine bergegas menuju ke kantor Juna, setelah mengantar Aminah pulang ke rumah terlebih dulu. Rasanya dia sudah tidak sabar lagi ingin segera mengabarkan kabar gembira ini ke sang suami, karena kalau menunggu pria itu pulang ke rumah, terasa akan sangat lama sekali hingga berabad-abad lamanya bagi Nadine. Sementara itu di kantor Juna, sore itu laki-laki itu sedang ngobrol santai bareng Chandra dan Armand yang kebetulan baru saja datang dan bertandang ke kantor. "Aku salut sama kamu, Man! Kamu itu benar-benar lihai dalam menangani ke dua istrimu itu, terutama istri pertamamu, Felicia!" puji Armand tulus, Juna hanya tersenyum mendengarnya. "Kita harus pake akal untuk menangani hal semacam ini!" "Tapi bagaimana caranya kamu meyakinkan Felicia, kalau

