"Mas Damar seneng banget abis kunjungan, ya?!" komentar Fani saat anak dan suami tiba di rumah. Tetapi keningnya mengernyit saat melihat sang suami. "Iya, Ibu. Eh, Mama. Aku seneng banget." "Memangnya di sana ngapain aja?" "Banyak. Kenalan sama teman baru. Ngobrol sama teman baru. Pokoknya banyak deh," sahut Damar dengan antusias. Ia tidak menceritakan tentang pertemuannya dengan sang ibu. Kini Damar sudah mengerti bahwa kedua orang tuanya sudah berpisah dan memiliki hidup masing-masing. "Ya udah. Mas mandi dulu gih." "Iya, Mama." Damar berlari ke kamarnya sembari melompat-lompat kecil. Fani hanya tersenyum menatap. Tentu saja Ia senang melihat anaknya bisa seceria itu. "Terus ini yang satu ini kenapa? Anaknya aja pulang dari kunjungan seneng banget. Ini papanya kenapa mukanya mur

