"Aduh!" Rama meringis saat sendok yang seharusnya digunakan untuk makan, sudah mendarat di kepalanya. "Kayak Sangkuriang aja digetok pakai sendok. Kalau kepala aku benjol, gimana, Lisna?" kesalnya sambil mengusap kepala sendiri. "Salah sendiri! Kamu gak tau aja, gara-gara bapaknya nongol, Aga jadi tantrum. Nangis terus sambil guling-guling di lantai. Kamu mau, aku didatangin istrinya?" amuk Lisna dengan kedua mata membulat. "Maaf, Lis. Aku gak sengaja. Itu juga karena dia yang duluan mancing-mancing sampai aku keceplosan bilang tau kamu di mana. Dia maksa aku biar kasih tau alamat kamu." "Kenapa harus kepancing? Kamu kan bukan ikan!" "Namanya juga kepancing, nggak sengaja," kilah Rama. Lisna mendengkus kesal. Ingin menyalahkan temennya tapi itu percuma karena semuanya sudah terjadi. "

