“Malam saat kita selesai ujian.” Dengan Anjani mengatakan itu saja, pikiran Raka sudah melayang ke hari itu. Hari di mana untuk pertama kalinya setelah dia dan Anjani menjalani masa pacaran, mereka melewati batasan. Raka tentu saja ingat dengan apa yang terjadi saat hujan sore itu, mereka sama-sama suka, sama-sama larut dalam kehangatan yang mereka ciptakan berdua, mereka sama-sama menjadi yang pertama. “Dan setelah kita putus, enggak lama aku dinyatakan hamil.” Anjani terisak membuat hati Raka hancur, dalam situasi yang tentu saja membuat Anjani harus menanggung kehamilan di usia muda, dia tidak ada di sisi Anjani untuk menemani. “Aku hampir menyerah karena aku takut Mama, Papa, Kak Bani dan Bang Juna enggak menerima aku lagi di tengah mereka. Aku sudah membuat membuat mereka kece

