Sabrina kembali masuk ke dalam perangkap lelaki lain. Bodohnya wanita itu adalah mudah sekali diluluhkan dengan belaian. Ya bagaimana orang tidak menganggapnya murahan jika sikapnya saja menjijikan seperti itu. Kedua preman itu meninggalkan Sabrina yang sudah terkapar karena rasa lelah. Tak hanya disitu, mereka sengaja mengambil beberapa gambar sesuai dengan perintah Bosnya. Setelah itu, mereka berlalu tanpa berniat menutup tubuh b***l itu. Tengah malam, Sabrina terbangun dan terkejut bukan main melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Ia bergegas turun dari ranjang dan berlari keluar kamar mencari siapa yang sudah berbuat senonoh padanya namun nihil, ia tak menemukan apa-apa. Sabrina duduk termenung di depan tv, mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi padanya sampai membuat tubu

