Pengakuan Arthur

1090 Kata

Di ruangan itu, terdengar suara erangan dan desahan saling bersahutan. Dari kedua orang manusia yang tengah memadu kasih dan saling memeluk satu sama lain. Dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun, merapat tanpa jarak tak peduli dengan peluh yang membasahi setiap inci tubuh mereka. Arthur meraup tubuh Hazen, menciumi kulit mulus itu tanpa terlewat. Dan meninggalkan beberapa jejak merah keunguan di antaranya. "Kapten, Arthur ...!" Hazen mengerang seraya meremas rambut Arthur, merasakan gelombang gairah yang mulai memuncak. Arthur pun mengerti, ia semakin meningkatkan cumbuannya. Berciuman dengan panas meredam suara desahan Hazen yang semakin kencang seiring dengan hentakan yang diterima tubuhnya. Semakin cepat, dan nafas keduanya semakin memburu. Hingga akhirnya suara erangan panjan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN