Mencari Arta

1010 Kata

Tak ada yang lebih menyakitkan selain melihat makam anak kita sendiri. Dan itulah yang dirasakan oleh Arthur. Jiwa seorang ayah yang ada pada dirinya seketika runtuh. Merasa menyesal namun tak guna lagi. Ingin rasanya ia memutar waktu dan memperbaiki semuanya, membawa paksa Lintang meski harus berhadapan dengan kekejaman Yasmin. Menikahinya dan membawanya jauh ke negeri orang, hidup berdua saja tanpa ada siapapun yang mengganggu, dan membesarkan anak-anak mereka dengan tenang. Namun tentu saja yang terjadi tak bisa diubah lagi, yang saat ini bisa ia lakukan adalah merangkul semua kenangan dan membangunnya kembali. Arthur berlutut di depan makam Layla, meletakkan setangkai bunga mawar di atasnya. Disentuhnya batu nisan itu, merasa sedih dan pilu karena hanya nama Layla saja yang tertulis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN