"Aku merindukanmu, Nona Lintang ...." Tubuh Lintang seketika menegang, kala telinganya mendengar bisikan itu. Ia mendongak dan mendapati kedua iris coklat itu tengah menatapnya. Sorot mata lembut itu seolah menghipnotisnya "Kapten ... Arthur ...." Arthur merendahkan tubuhnya, berlutut di lantai hingga akhirnya dialah yang mendongak memandangi wajah Lintang. Bersikap layaknya b***k di hadapan tuannya. Lintang menahan nafas. Mengingat saat malam pertemuan pertama setelah kepulangan Arthur ke Indonesia, setelah mereka berpisah 5 tahun lamanya dan Lintang kehilangan kedua anak mereka. Bagaimana Arthur menyentuhnya, tak mempedulikan setiap bekas luka dan keloid yang melintang di perutnya. "Lintang ...." "Arthur ... tidak ...." Lintang merintih lirih saat Arthur mendorongnya dengan l

