Arthur dan Bram masih menunggu Liliana untuk bersiap ketika Hazen datang. Kedua laki-laki itu masih tampak dingin satu sama lain. Arthur ingin sekali bertanya tentang Raffa pada Hazen namun ia merasa canggung karena ada Bram disitu. "Maaf aku terlambat!" ucap Hazen seraya berdiri di dekat Arthur. "Tak apa, Nona Liliana masih bersiap di dalam!" Bram yang menjawab, matanya melirik ke arah Arthur yang memalingkan wajahnya ke arah lain. Hazen mengiyakan. Sampai ketika Bram diminta masuk oleh Liliana, kesempatan itu tak disia-siakan oleh Arthur untuk mendekati Hazen. "Apa yang terjadi?" tanyanya tak sabar, entah kenapa sejak diberitahu Raffa dibawa ke rumah sakit, ia merasa tak tenang. "Dia terjatuh dan hidungnya mimisan tak berhenti, ibunya yang panik meneleponku tadi," jawab Hazen.

