Arthur menepikan mobilnya untuk menghindari kecelakaan. Ditatapnya Hazen dengan sorot mata tak percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu. "Tolong jangan bercanda, Hazen! Jangan berbohong hanya untuk membuatku senang!" sergah Arthur. Hazen terisak lirih, "Raffa itu Arta! Dia anakmu dan Lintang yang selama ini kalian cari!" Arthur membeku dengan mulut ternganga seolah lupa untuk bernafas. "Ap-apa yang sebenarnya terjadi?" ucapnya tertawa di sela tangisannya. Arthur meremas rambutnya dengan geram, berteriak kencang sambil memukul kemudi melampiaskan perasaan yang entah harus bagaimana mengatakannya. Bayangan Raffa yang selalu tersenyum tertawa riang menyambut kedatangannya, bagaimana celotehan lucunya ketika bercengkrama, hangat tubuh mungilnya ketika dalam pelukannya seolah menjadi

