"Selamat pagi Dokter Arjuna!" sapa seorang perawat yang kebetulan berpapasan dengan Arjuna di lobi rumah sakit namun tak seperti biasanya, hari ini Arjuna hanya membalasnya dengan senyum tipis dan anggukan kecil. Tak ada sapaan hangat, tak ada senyum ramah. Wajahnya kelihatan masih sembab dan mendung. Ia berjalan cepat tanpa memperhatikan sekitar sampai tiba di ruangannya. Ia menarik napas dalam saat memasuki ruangannya, duduk di kursinya, menyandarkan tubuhnya sambil melihat ke langit-langit ruangan dengan tatapan kosong. Tangannya tergerak memijat keningnya yang terasa berdenyut sambil memejamkan mata, berharap kegundahan di dalam hatinya segera menghilang. Tok tok tok! Matanya langsung terbuka ketika mendengar pintu diketuk lalu menegakkan tubuhnya. "Permisi, Dok!" seorang perawat m

