Bab 7 - Pagi setelah malam panas

1621 Kata

Udara pagi menembus tirai kamar yang setengah terbuka. Aroma kopi hitam dan parfum maskulin masih menggantung di udara, membangkitkan ingatan Alena tentang malam sebelumnya yang tak bisa ia tolak. Ia membuka mata perlahan. Seprai dingin menyentuh kulitnya, terasa asing dan kontras dengan panas kenangan semalam. Kesadaran menghantam, ini bukan kamarnya. Dari balkon terdengar bunyi sendok beradu dengan cangkir. Alena menoleh. Darren duduk santai di kursi, hanya mengenakan celana tidur panjang. Cahaya pagi tipis membingkai tubuhnya—punggung tegap, rambut sedikit berantakan, dan ketenangan yang mematikan. Ia menyesap kopi tanpa menoleh, lalu berkata dengan suara berat dan lembut, “Kamu akhirnya bangun.” Alena menarik selimut lebih erat, mencoba menutupi tubuhnya. Matanya menatap Darren ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN