Diledek, Sampai Menangis

1881 Kata

Begitu turun dari panggung kecil usai sesi foto keluarga, udara segar taman menyapu wajah mereka. Alena masih menyesap sisa kegugupan dari pertemuan dengan sang mertua ketika seorang pria dengan postur mirip Darren, namun dengan aura yang lebih riang, mendekati mereka. Ia ditemani seorang wanita cantik berambut ikal cokelat gelap dan mata yang sipit cantik, serta seorang bocah lelaki kecil yang malu-malu menggenggam tangan ibunya. “Darren!” sapa pria itu dengan suara lantang, langsung memeluk adiknya dengan erat. Ia kemudian menarik diri, matanya yang tajam dan bersahabat langsung tertuju pada Alena yang berdiri di sebelah Darren. Senyum lebar merekah di wajahnya. “Ini cewek yang lo taksir berat itu? Yang elo nikahin diem-diem tanpa sepengetahuan keluarga? Wah, bener-bener si Darren.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN