Her Biggest Love

1884 Kata

Senja mulai larut, Darren kembali ke ruang kerjanya dan menutup pintu. Lampu meja menyala, menciptakan suasana hangat, sementara laptopnya menampilkan berbagai laporan keuangan dan dokumen lain yang tak pernah berhenti ia awasi. Alena mengikutinya dengan langkah pelan, tidak banyak bersuara, hanya sempat duduk sebentar di sofa kulit sebelum kembali bergerak. Ia menghampiri Darren yang sudah fokus bekerja, lalu dengan lembut duduk di pangkuannya. Tubuhnya nyaman meringkuk di atas paha pria itu, kepalanya bersandar di d**a bidang yang masih terasa hangat. Alena terdiam cukup lama, hanya merasakan denyut jantung Darren yang teratur dan suara ketikan yang lirih. Namun, akhirnya ia mendongak, tangannya terangkat menyentuh d**a Darren, dan jari-jarinya mulai bermain dengan kancing kemejanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN