Setelah Alena keluar dari butik Chanel bersama Hudson dan deretan paperbag belanjaannya, suasana di dalam toko kembali hening dan hanya ada obrolan samar dari pengunjung yang lain. Sonya masih duduk santai di sofa empuk bersama Lani dan Resta. Kakinya disilangkan rapi, jemarinya sesekali menyentuh paperbag besar di meja depan mereka. Tas Chanel Minaudière Clutch Bag warna hitam dengan detail kristal sudah terbungkus sempurna, pita hitamnya terikat rapi di bagian atas. Seorang staf kasir mendekat dengan langkah terukur. Di tangannya ada mesin EDC dan selembar bon putih tidak terlalu panjang. “Maaf mengganggu, Ibu,” ucapnya sopan sambil sedikit membungkuk. Bon itu ia letakkan perlahan di atas meja tepat di hadapan Sonya. “Ini detail pembayarannya, bisa dicek terlebih dahulu.” Sonya men

