Langkah panjang Keandre membawanya masuk ke sebuah gedung di kawasan Menteng yang terlihat anggun tanpa kesan mencolok. Dari luar, bangunan dua lantai dengan fasad bata ekspos dan tanaman hijau yang merambat itu lebih menyerupai galeri seni atau kafe eksklusif daripada sebuah klinik psikologi. Namun di dekat pintu masuk terpasang plakat kecil berwarna perak bertuliskan “Klinik Psikologi Terpadu - Dr. Surya Wibawa, Sp.KJ”, memperjelas alasan kedatangannya ke tempat itu. Tempat itu merupakan rekomendasi dari ayahnya. Darren telah mengatur semuanya, mulai dari janji temu, surat rujukan, hingga memastikan dokter yang menanganinya adalah kenalan lamanya yang dapat dipercaya menjaga kerahasiaan. Keandre berhenti sejenak di depan pintu kaca dan menarik napas panjang. Ia berusaha meyakinkan d

