Kesayangan

1739 Kata

Kakek dan cucu itu bermain cukup lama, saling melepas rindu. Setelah semua ketegangan di ruang tamu, Darren merasa lega bisa menghabiskan waktu bersama cucu satu-satunya itu. Ia menggendong Kaelo menyusuri lorong menuju kamar cucunya yang penuh warna. "Ini kamar Kaelo, Kek. Lihat!" Kaelo menunjuk ke segala arah dengan semangat begitu pintu terbuka. Kamar itu cukup luas, didesain khusus untuk anak seusianya. Di sudut ruangan, ada area bermain dengan karpet tebal bercorak mobil-mobilan. Rak-rak rendah berisi mainan tersusun rapi, ada robot-robotan, mobil-mobilan, dan beberapa boneka. Di sisi lain, meja belajar kecil dengan kursi berwarna biru terlihat rapi dengan buku-buku bergambar. Begitu tiba di dalam kamar, Darren menurunkan Kaelo perlahan. "Wah, kamar Kaelo rapi sekali. Siapa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN