17

1192 Kata

“Mas, udah pulang?” Aku bangkit dari rebahan santai dan memenuhi panggilan mas Lutfan. Dia pun berjalan menghampiriku. “Ruang rindu di dalam hatiku sudah penuh dengan dirimu, Sayang ….” Tak ada habisnya mas Lutfan selalu saja membuatku terbuai dengan segala ucapannya. “Sudah mulai nih?” “Mulai apa, Dek?” ucapnya, sembari mencium pipiku. “Gombalnya dong, Sayang ….” Kini aku yang bergelayut manja kepadanya. Kami berjalan ke tempat tidur dan duduk di atas kasur. “Aku nggak pernah gombal sama kamu, Dek. Kuucapkan tulus sepenuh hati, hehe.” “Hehe … iya deh, aku percaya kok, Mas. Udah sore, kamu udah sholat belum?” Dia hanya tersenyum dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. “Salwa ….” Ibu mertua sepertinya memanggilku. Gegas kulangkahkan kaki menemui beliau. “Iya Bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN